Saturday, 7 May 2016

PENATAAN PERMUKIMAN PINGGIRAN KALI, RT. 09 KEL. KOTA BARU KEC. TANJUNG KARANG TIMUR BANDAR LAMPUNG

Sunan Alqo, Haris Murwadi ST, MT, 

Abstrak
Penelitian pola permukiman dan kondisi lingkungan daerah aliran sungai (DAS) kota baru kecamatan Tanjung Karang Timur. Hasil penelitian ini sangat penting artinya tidak hanya bagi perencana kota untuk merencanakan pengembangan kota tetapi juga bagi arsitek untuk memperbaiki kualitas lingkungan permukiman di bantaran sungai. Kami memilih sebagai metoda penelitian permukiman di bantaran sungai. Hasil evaluasi dari studi ini dilakukan dengan memakai variabel-variabel kepadatan dengan Koefisien Dasar Bangunan dan Koefisien Lantai Bangunan serta Garis Sempadan Sungai.  lain pihak memakai variabel ketidakteraturan seperti: peruntukan lahan, permukiman, dan bagaimana mereka menghasilkan dampak terhadap lingkungan. Kami berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan saran untuk penataan ruang yang lebih baik pada daerah bantaran sungai dan untuk memperbaiki kualitas lingkungan untuk kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di Bandar Lampung.


Kata kunci: Daerah Aliran Sungai, pola permukiman dan kualitas lingkungan



Latar Belakang Masalah

Lokasi kawasan sungai di Bandar Lampung, Warga umumnya membangun rumah hunian didaerah pinggir sungai, padahal sudah dilarang bahwa permukiman di daerah pinggiran sungai merupakan suatu pelanggaran hukum. Namun, warga tidak peduli, Permasalahan kawasan kumuh kali Kota Baru ini tidak hanya meliputi permasalahan tempat tinggal saja, tetapi juga berhubungan dengan masalah sosial-ekonomi masyarakat yang tinggal di kawasan kumuh kali Bandar Lampug. Sebagai warga kota, mereka merasa berhak untuk memperoleh tempat untuk berteduh dan mencari nafkah tanpa melanggar peraturan. Hal ini yang dimintanya kepada pemerintah kota untuk memikirkannya sebagai kewajibannya. Sedangkan pemerintah kota selama ini menilai warga selalu menolak dan bersikap keras terhadap upaya-upaya penertiban, sementara warga berpendapat pemerintah kota hanya berniat menggusur dan tidak pernah serius memikirkan kehidupan yang lebih baik untuk warganya. Oleh karena itu, perlu diupayakan agar warga dapat mengubah pandangannya ke arah lebih positif dalam menilai kebijakan Pemda, dan bagaimana pula kebijakan-kebijakan pemda dapat optimal dalam mengaspirasi warga tersebut. Sebelum kondisinya terwujud, maka penataan kawasan kumuh yang dilakukan masih mengalami banyak hambatan. Memahami permasalahan ini, maka perlu dilakukan suatu studi yang mengkaji permasalahan kawasan kumuh kali Kota Baru Bandar Lampung, yang diharapkan mampu menghasilkan solusi secara matang atas permasalahan yang ada. Beberapa kebijakan yang telah dihasilkan, baik dari Dinas Permukiman dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bandar Lampung maupun Pemkot Bandar Lampung di antaranya adalah Relokasi Warga  Kali secepatnya, namun dirasakan mengalami banyak hambatan antar lain: Rusun belum dibangun, gangguan intimidasi dan provokasi, banyak wargayang ragu dan takut pindah. Dengan demikian, perlu dibuatkan suatu model bersinergi antar-peran keduanya dalam upaya penataan kawasan kumuh tersebut yang dapat diterima oleh kedua belah pihak, termasuk kemungkinan merelokasi warga stren kali.(sekitarkali) 


 lokasi

 














Perumusan Masalah
Guna terwujudnya peran antara pemda dan masyarakat, maka hambatan warga sekitar kali terhadap penataan kawasan kumuh Kali Kota Baru, perlu terlebih dahulu dipahami. Demikian pula perlu menggali sejauh mana persepsi, motivasi dan sikap mereka dapat berubah pandangan ke arah yang lebih positif dalam menilai kebijakan kebijakan kecamatan Tanjung Karang lebih tergerak atas perintah tokoh-tokoh tersebut daripada perintah dari pemerintah. Selain itu nilai-nilai yang dianut oleh masyarakatnya seperti gotong royong yang kuat, tentu merupakan suatu keuntungan dalam mempercepat proses pembangunan. Pemda terkait program penataan tersebut. Bagaimana pula kebijakan-kebijakan Pemda akan mengakomodasikan aspirasi warga sekitaran kali tersebut. Berkaitan dengan hal itu, maka penanganan pada masing-masing tipologi kawasan sekitaran kali Bandar Lampung tentunya akan berbeda-beda karena aspirasi warga juga tergantung pada kondisi sosial ekonomi warga pada masing-masing lokasi. Oleh karena itu, hanya dengan memahami kondisi sosial dan aspirasi masyarakat setempat, memahami arah perubahan persepsi dan sikap masyarakat serta kebijakan-kebijakan Pemda.

Tujuan
Studi ini dimaksudkan untuk mengetahui persepsi, motivasi, serta sikap komunitas terhadap penanganan kawasan kumuh sekitaran kali Bandar lampung, serta kebijakan Pemda yang terkait. Tujuannya untuk dapat membangun suatu model bersinergi peran Pemda dan masyarakat dalam penataan kawasan kumuh yang bertumpu pada aspirasi dan kondisi sosial ekonomi komunitas lokal.

Solusi
Dalam konteks Penataan Kawasan Permukiman Kumuh Kali Kota Baru yang alternatifnya adalah pembangunan rumah susun, maka walikota harus menyediakan lahan milik pemkot sebagai calon lokasi rusun tersebut. Walikota Bandar Lampung juga memimpin pelaksanaan perubahan struktural yang sudah diamanatkan wakil rakyat dengan memutuskan penyediaan sebagian dana APBD (termasuk besarannya) sebagai dana operasional untuk pembangunan pada tingkat komunitas dengan cara ’block grant’ dan memberi wewenang RT untuk mengelola secara mandiri dana operasional tersebut bagi pembangunan komunitas setempat. Peran Dinas-dinas di lingkungan Pemprov  Bandar Lampung: tetap melakukan pembangunan fisik, tetapi pada tingkat komunitas terkecil (RT) dinas harus menyerahkan secara penuh tugas perencanaan dan pembangunan kepada RT. Dinas

 





















DAFTAR PUSTAKA
Anonym, (undated). Kampung Improvement Program,
http://www.mukimits.com

Foto dok pribadi