Perpustakaan ilmiah digunakan untuk pengajar dan peneliti mengumpulkan literatur, mahasiswa meminjam atau menggunakan dalam perpustakaan (situasi sekarang). Perpustakaan ilmiah dibagi sebagai perpustakaan universitas dalam sistem tunggal atau rangkap. Sistem yang tunggal diurus secara terpusat, artinya selain perpustakaan pusat(Administrasi/ jasa) masih tersedia 3-4 perpustakaan khusus yang terpisah (untuk bidang tertentu). (sumber: Data Arsitek)
Sistem Rangkap berhubungan dengan satu Pusat Perpustakaan dan satu
Perpustakaan Institut atau Seminar yang kecil dan besar (satu atau
banyak). Elemen-elemennya dapat saja masuk bebas, atau disusun dalam
ruang tertutup (tertutup atau untuk pemakai saja).
Di Universitas Bandar Lampung perpustakaan diurus secara terpusat yang terdapat di gedung C dan masih terdapat perpustakaan yang berada di prodi Arsitektur.
Orientasi dimungkinkan dengan pembagian bidang-bidang dan penempatan yang sistematis, setiap bidang menurut jenis/macam penyusunan dengan efek untuk organisasi/pengaturan ruang. Fungsi dan kontruksi harus lengkap/dilengkapi. Tempat pengembalian dan peminjaman untuk kelancaran arus peminjaman dan jalan masuk, tempat pemberian buku di dalam dan pengembalian di luar tempat kontrol.(sumber: Data Arsitek)
Di perpustakaan utama gedung C syarat-syarat tersebut sudah di terapkan sayangnya perpustakaan prodi Arsitek masih belum mengikuti standar dikarnakan jumlah buku yang lebih sedikit.
Dari pertengahan ruang, tangga harus dapat dicapai dalam jarak 38 m. Jalan utama 2 m, jalan 1,5 m dan lebar jarak rak 0,75 m.(sumber: Data Arsitek)
Ukuran ruang perpustakaan di prodi arsitektek adalah 4,5 m x 4,5 m, sirkulasi lebar 1,5 m, ukuran rak buku 0,6 m x 1,1 m.
Selanjutnya pencahayaan disesuaikan dengan bermacam-macam fungsi wilayah pemakaian. Untuk tempat membaca dan bekerja maka cahaya siang menguntungkan, namun daerah bagian buku-buku sebaiknya dilindungi dari cahaya siang tersebut.
Pembagian pencahayaan pada tempat bekerja sedapat mungkin dalam rasio perbandingan 10 : 3 : 1 (buku-permukaan meja-latar belakang)
Ruang tunggu 100-300 Lx, gudang 150-300 Lx, kantor dan administrasi 250-500 Lx ruang-ruang baca tanpa pencahayaan; ruang kerja perorangan dan ruang kartu katalog 300-850 Lx.
Pengaturan pencahayaan untuk daerah kerja sebaiknya di dapat di capai dan diatur secara individu, untuk pengaturan udara berlaku pedoman: Bangunlah secara baik dengan memperhatikan pengaturan udara, namun atur udara secara baik dengan memperhatikan yang dibangun.
Nilai-nilai untuk diperhatikan:
Ruang baca/ruang dengan pencapaian bebas: 20-22'C pada musim panas, 20'C pada musim dingin.(sumber: Data Arsitek)
Kenyataan yang ada di perpustakaan prodi Arsitek, tidak memiliki pencahayaan alami, dan ruangan memiliki suhu ruang 17'C sepanjang musim, dikarenakan ruangan tersebut tidak direncanakan sejak awal untuk dibangun perpustakaan.
Sedangkan di perpustakaan utama UBL ruangan benar-benar didesain untuk perpustakaan, terlihat dari pencahayaan yang alami, suhu ruangan mengikuti pedoman, dan ukuran ruang yang sesuai.
Dalam merancang program ruang suatu pendidikan tinggi, maka dari seluruh luas ruangan perkuliahan masing-masing akan diperlukan untuk menampung kegiatan yang berhubungan dengan kelengkapan sarana membaca dan kepustakaan ilmu pengetahuan yang memadai. Pola kegiatan yang pada umumnya perlu dilakukan oleh ketiga unsur utama: perangkat lunak dan keras bahan pustaka, para pengguna/pembaca maupun kesatuan karyawan yang mengelola perpustakaan dapat berbeda-beda tergantung pada kebijakan organisasi. Walaupun mungkin terletak pada dinding luar, sedapat mungkin ruangan ditata sedemikian rupa sehingga tidak langsung terkena pantulan sinar matahari, untuk menghindari kebisingan maka perletakan tidak langsung didekat jalan raya lalu-lintas yang ramai akan lebih menguntungkan.(sumber: Data Arsitek)




No comments:
Post a Comment